Minggu, 23 Juni 2013

PHP

Sore itu, saat aku sedang menyusuri jalan untuk menuju ke tempat perbelanjaan, handphone oranyeku berdering. Aku menetapnya sejenak dan membaca kontak yang muncul di layar handphone yang sedang berkelap-kelip. Hanya batinku, tumben dia menelpon.

"Halo! Ada apa kok telepon?" tanyaku datar.

"Selamat ulang tahun kota Jakarta!" suara dari telepon seberang.

"Hahaha." aku tertawa begitu kencang dan lepas.

"Selamat ulang tahun kota Jakarta!" dia mengulanggnya lagi.

"Kalau mau mengucap ulang tahun untuk Jakarta, ke Pak Jokowi aja." cerocosku

"Hahaha," tawanya lebih lepas daripada diriku. "Kapan pulang?" agak heran sebenarnya dengan pertanyaan itu

"Ramadhan mungkin, kamu sendiri?" spontan aku menanyakannya.

"Mungkin hari kedua lebaran."

"Oh iya, ta'mir masjid ya? Hahaha, sibuk."

"Hahaha, kan tugas puncaknya memang pas Ramadhan."

"Jadi tidak pulang pas Ramadhan?" ada kekecewaan yang tiba-tiba muncul dalam diriku.

"Mungkin hari kedua lebaran." terdengar begitu datar suaranya.

"Padahal aku mau menghabiskan Ramadhan di Pati, tempat dimana kita bertemu pertama kali." ucapku dalam hati.

Aku menghela nafas sejenak, ada hening di sana. Aku kira dia akan pulang dan menyapaku sebentar.

"Eh, reunian yuk! Supaya kita bisa ketemu, hehe " dia tiba-tiba memecah keheningan yang sedari tadi menyelimuti



Ketemu? Tumben kamu bilang kata-kata itu dengan jelas, sedang tidak demamkan?

"Boleh, tapi kamu yang ngatur jadwalnya, hehe." aku hanya mencoba menutupi kekecewaanku karena ketidak pulangnya pas Ramadhan.

"Kamu aja deh sama Lila!"

"Kenapa bukan kamu?" bantahku.

"Kan kamu yang lebih berpengalaman, terus aku juga pulangnya pas lebaran."

"Haha, kamu aja deh. Oh iya, kapan nikah?" iseng tapi pertanyaan dari hati, sebenarnya.

"Kamu saja dulu, Dek." diakhiri tawa begitu kencang.

"Adek, sejak kapan kamu memanggilku dengan sebutan itu?" kataku sendiri dalam hati "Yang lebih tua duluan." kulanjutkan lewat mulut.

"Haha, ya sudahlah yang penting kamu atur jadwal reuniannya."

"Iya, jangan lupa bawa calonmu ya!" jawabku asal.

"Haha, iya iya. Itu mah gampang." katangnya diiringi tawa tak henti-henti

Tuhan, kenapa malah diiyakan oleh dia? Tadi tanya kapan aku pulang, disuruh bikin reuni supaya kita bisa ketemu, manggil adek segala, padahal juga biasanya juga memanggilku dengan "mbak". Haduh, bener-bener PHP orang ini. Ganteng, pinter, tapi kalau kelakuannya seperti itu, lempar ke laut aja yah? :) 

*Gambar = www.facebook.com

0 comments:

Posting Komentar