Aku merenda waktu sepanjang pagi tadi menanti pertemuan kita yang pertama kali. Oh, mulutku tak hentinya mendendangkan bait-bait puisi Daeng Krishna sejak semalam
"Tuhan yang kamu cintai adalah
yang secara rahasia mengajariku
cara mencintai kamu...."
Bib bib bib..., suara handphone lawasku berdering keras. Ah sial, aku lupa menaruhnya di mana. Ingatanku semakin kacau saja hari-hari ini. Aku berharap bukan karena aku terlalu dan sering memikirkanmu, sehingga setengah dari isi kepalaku sudah dipenuhi olehmu. Ya, aku harap.







0 comments:
Posting Komentar